Konfigurasi Awal Web App dengan doophp Framework

kali ini kita akan belajar PHP framework lain, yg konon katanya lebih cepat dari codeigniter,cakephp,dkk.
ini live experimental, artinya percobaan ini aku tulis selagi aku lagi melakukannya, males ngereview ulang,,
q pake ubuntu, akan similar percobannya kalo temen2 pake linux juga, untuk windows..konversi sendiri ya…no offense..
setelah nyoba codeigniter dan kohana, menggerayangi zend walau skill ga ngangkat, akan kah kita berhasil maenan doophp,???
dan…jawabnnya adalah……
  • download dulu doophp framework nya di sini (http://doophp.com/download)
  • terus extract deh…
  • mestinya temen2 dapet 3 folder utama (app,demos,dooframework) dan beberapa file text
  • berangkat menuju document root web server anda (/var/www),
  • buat folder baru, karena saya lagi pengen garap peta anak2 ilkom, saya bikin folder dengan nama “petailkom”
  • oke, kalo udah copy folder hasil extract tadi (cukup app dan dooframework aja) ke folder petailkom
  • biar agak asik, rename folder “app” dengan “public_html”
  • oke, langkah berikutnya, buka folder public_html yg ad di dalam folder petailkom, trus view hidden files, mestinya sih muncul sebuah file bernama .httacess.example, pasti udah ngerti kn buat ap file ini, dah rename aj jadi “.htaccess” (hapus”.example” nya)
  • wah..wah….saatnya curhat dulu bentar….
  • ternyata confignya nya harus directory absolute path,ga boleh url,,error,,,biar kalian ga mengulangi hal yg sama dengan diriku gini langkah selanjutnya
  • buka terminal : ketik sudo gedit /etc/hosts
  • tambahkan line ini di baris atas
  • 127.0.0.1    petailkom.com
  • ini tujuannya kalo kita ngetik petailkom.com dengan http request, komputer ga langsung minta ke DNS tapi komputer akan cek ke 127.0.0.1 alias localhost dulu. Save & Close
  • di terminal ketik lagi : sudo gedit /etc/apache2/sites-enabled/000-default
  • tambahkan konfigurasi berikut ini
<VirtualHost *:80>
ServerAdmin webmaster@doopeta
ServerName petailkom.com
DocumentRoot /var/www/petailkom/public_html/
<Directory /petailkom/public_html/>
Options FollowSymLinks
AllowOverride all
</Directory>
<Directory /var/www/petailkom/public_html/ >
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride all
Order allow,deny
allow from all
</Directory>
ScriptAlias /cgi-bin/ /usr/lib/cgi-bin/
<Directory "/usr/lib/cgi-bin">
AllowOverride None
Options +ExecCGI -MultiViews +SymLinksIfOwnerMatch
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
ErrorLog /var/log/apache2/error.log
# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit,
# alert, emerg.
LogLevel warn
CustomLog /var/log/apache2/access.log combined
Alias /doc/ "/usr/share/doc/"
<Directory "/usr/share/doc/">
Options Indexes MultiViews FollowSymLinks
AllowOverride None
Order deny,allow
Deny from all
Allow from 127.0.0.0/255.0.0.0 ::1/128
</Directory>
</VirtualHost>
  • tujuan langkah ini supaya ketika komputer request ke localhost dengan domain name atau server name petailkom.com, apache akan memberikan directory /var/www/petailkom/public_html sebagai document root. Save & Close
  • di terminal ketik : sudo service apache2 restart, untuk restart apache webserver anda
  • berikutnya langkah terakhir untuk memastikan doophp framework bekerja, buka folder /var/www/petailkom/public_html/protected/config/
  • ada file dengan nama “common.conf.php”. buka file dan edit.
  • anda akan menemukan
  • $config['SITE_PATH'] dan $config['BASE_PATH']
  • ubah isiannya menjadi :
  • $config['SITE_PATH'] = "/var/www/petailkom/public_html/";
    $config['BASE_PATH'] = "/var/www/petailkom/dooframework/";
  • Save & Close
  • saatnya testing dan checking apakah..apakah…apakah…
  • buka browser dan ketik “http://petailkom.com“, dan jawabannya ….adalah…
  • mestinya ada tulisan :
  • “It Works!


    What now?”

berarti berhasil!!!, kalo ga ad…. berarti belum beruntung,,,:P
jika belum berhasil ulangi langkah diatas lagi, ga berhasil juga??ulangi lagi!!!,,
ga berhasil lagi?? ya udah…mungkin aq ad yg salah ketik atau kurang ketik,,,mail me atw chat me aj lah….
hehe…udah dulu ya….doophp udah terinstall, selamat bermain dengan aplikasi baru anda, :D
untuk dokumentasi petailkom, kapan2 aj..under dev
PS: sori ga ad screenshot, *males
PPS : sori pake bahasa indonesia yg biasa digunakan sehari-hari, bukan ga pengen go international, tapi maju terus IT Indonesia (nyambung ap ga sih…)

Install Kohana di linux (ubuntu in this case) + contoh sederhana penggunaan

Baiklah langsung kita mulai saja….
pertama-tama…tunggu…ada yg kurang..
temen ku tercinta pada tw kohana ga??hehe…
jadi temen2…
setelah berburu dan bertapa,..kalo boleh sedikit menggurui,,,kohana adalah framework untuk PHP 5, dengan menerapkan pola arsitektur Model View Controler (MVC,red), kohana juga menjamin keamanan, keringanan, dan usability yang mudah dalam pembuatan aplikasi web. dan kohana itu open source lo….jd bisa di modif sesuka hati,,,,haha…(ketawa ga jelas,..)
td kayaknya aq nyebut framework,,ap sih framework itu?
JADHIII….framework adalah :
sekumpulan fungsi atau library yang dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan atau proses yg rumit dan kompleks…wenak..
trus butuh ga sih framework???….kalo udah dewa sih ga perlu,.,,kalo qm anaknya rajin, pantang menyerah,,doyan depan komputer,,ga perlu lah….
tapi kalo buat aq sendiri, framework ini sangat membantu. gimana gak ngebantu??orang sebagian besar fungsi dan library utama dan mendasar unttuk bikin web application udah ada,,tinggal panggil n pakai…. dengan framework juga, konsep OOP mestinya bisa terimplementasikan.
Nah di PHP sendiri ada 2 framework yg udah kukenal CI (Codeigniter) dan Kohana, kali ini aku akan coba bikin langkah yang mudah dipahami, buat masukin kohana di localhost linux or windows (mestinya sih sama aj)
KITA MULAI :
1. pastikan anda sudah install apache, mysql, phpmyadmin,,lengkap lah,….buat masa depan jg (XAMPP kalo di windows)
2. trus download dulu kohana nya (bentuknya ZIP)DL disini coy , checklist semua yg ada di situ, kecuali bahasa, cukup pilih english

4. nah setelah di download (ga sampe 1 mb,,,believe me) extract ya,,,,
5. rename folder hasil extract menjadi “kohana” , tanpa tanda petik dan huruf kecil semua…hanya untuk memudahkan

6. okeh sekarang kita ubah permission folder untuk folder /var/www/ kita
7. buka terminall, ketik ” gksudo nautilus “
8. masukkan password anda (mengacu pada login password root),
9 . lalu ubah permiison pada folder ww anda menjadi create n delete files, dan access nya read n write

10. sip…sekarang copy folder kohana (hasil extract tadi ke folder www)

11. sekarang saatnya kita mengkonfigurasi kihana dan apache kita agar maknyus\
12. buka terminal, ketik : ” sudo gedit /etc/apache2/sites-enabled/000-default “
13. masukin password root
14 trus edit,,,setiap ada
    /var/www/   ubah jadi =>>>  /var/www/kohana
dan ubah override nya juga,,jadinya kayak gini ::

jangan lupa load juga madule rewrite di apache2 ,,,buka terminal ketik : ” sudo a2enmod rewrite”
15. okeh sipp… (langkah ini tujannya…agar supaya ketika kita buka localhost langsung menuu folder kohana)
16..udah berapa menit nih???koq lama ya,,,
17. terus sekarang kita buka folder kohana kita => menuju TKP (/var/www/kohana)
18  edit file example.htacces nya,, ubah RewriteBase yang asalnya ” /kohana/ ” menjadi ” / ” tanpa tanda petik :

19. nah langkah ini tujuannya : supaya url kita ga ad tulsannya index.php, manteb kan…;
20 ubah file name “example.htaccess” menjadi “.htaccess”

21. nah langkah ini tujuannya untuk mengaktifkan file .htaccess nya
22. ubah file name dari install.php..menjadi install2.php

23.. sippppp
24 sekatang kita edit konfigurasi kohana..menuju TKP (/var/www/kohana/application/config/config.php) edit file nya
ubah site domain menjadi ‘ / ‘..pakai tanda petik satu trus ubah index page menjadi ‘ ‘, kosong hanya dua tanda petik satu saja

24. SAVE,,,jangan lupa SAVE, setiap edit file
25. restart apache anda ..buka terminal ketik ” sudo /etc/init.d/apache2 restart ” , tanpa tanda petik

26. buka http://localhost di browser anda

27. okeh kalo udah keluar sama persis kayak gt,,artinya qm berhasil,,,,haha..inget, gambar burungnya harus keluar ya….ini penting
28. sekarang gimana cara makenya:
29 sesuai yg aq bilang karen kohana framework yag menerapkan OOP dengan struktur Model -> view -> Controller
menurutku sih :
model itu nantinya akan menangangi transaksi dengan data langsung, misal interaksi dengan database
controller itu sesui namanya mengontrol input yang diperlukan, dan mengumpulkan output yang ingin ditampilkan
view jelas ngurusin tampilan, dan menyajikan data dari model yang telah diolah oleh controller kepada user dengan lebih indah

aku akan kasih contoh penggunaan MVC ini,,,
oke di pelajaran awal ini aku hanya akan menggunakan Controller dan view dulu, supaya lebih mudah,,,
misal kita pengen bikin web aplikasi yang terdiri dari home dan info menerapkan OOP struktur MVC
kita bikin controller dengan nama “web.php” misalnya,,,menuju TKP =>(/var/www/kohana/application/controllers)
simpan file dengan nama web.php

bagian bawah ga usah pake “?>” lagi. i dont know why,,,tapi kalo dikasih ini,,halam utama ga langsung mengarah ke index ()

okeh sekarang kita bikin view nya ==> menuju TKP (/var/ww/application/views)
buat file dengan nama dinamis.php

coba buka localhost/web

trus coba klik link Info :

okeh berhasil….
tujuanku bikin contoh kayak diatas..bahwa ternyata dengan membuat sebuah file view kita bisa menampikan hal yang berbeda-beda sesuai fungsi yg ada di controller
seperti contoh, dengan sebuah view dinamis.php kita bisa menmpilkan halamn home sekaligus halaman info, tanpa merubah isi view…namun ketika dijalankan, baik home dan info menyajikan informasi yang berbeda…
nanti di kohana kita masih akan dimanjakan dengan library lainnya seperti auth dan captcha,,,..
jadi ga usah terlalu ngoding php untuk bikin fungsi2 yg sederhana, karena di kohana pasti udah ada..koding kita jadi bersih dan nyaman dilihat
untuk lebih lengkap nya silakan merujuk ke http://docs.kohanaphp.com/

SELAMAT MENCOBA
dibantu oleh : ubuntu, terminal ubuntu, firefox, kohana web, apache2, gedit. facebook web, picasa google. google web, ubuntu forum. scribefire, amarok, dan lainnya yg ga sanggup ku sebut satu-satu

P.S : posting ini memang sengaja kubuat dengan bahasa indo yg gampang dipahami,,bukan aq ga bisa dan ga mampu pakai B. inggris..tapi karena aq cinta negaraku labih dari rasa kebencianku pada indonesia ini…maju terus dunia IT INDONESIA!!
P.P.S : var/www kalo di wondows itu XAMPP/htdocs

WUAH capekkkkkkk…..
questions about it, will be accepted

Resolution Issue on karmic

begitu abis nginstall karmic ubuntu di komputer,,ternyata resolusinya maksimal 800×600 aj
jadi gede2 gt,,hkiz…
seingetku ini masalah di seting xservernya biasanya ada di file xorg.conf
langsung menuju tkp : /etc/X11/
tp sialnya ga ad satu file pun yg namanya xorg.conf
setelah baca2 forum dan eksperimen…sampai ga bs masuk gdm,,,hehe
aq bikin file xorg.conf baru dengan akses super user tentunya :
nah isinya :

# xorg.conf (X.Org X Window System server configuration file)
#
# This file was generated by dexconf, the Debian X Configuration tool, using
# values from the debconf database.
#
# Edit this file with caution, and see the xorg.conf manual page.
# (Type “man xorg.conf” at the shell prompt.)
#
# This file is automatically updated on xserver-xorg package upgrades *only*
# if it has not been modified since the last upgrade of the xserver-xorg
# package.
#
# Note that some configuration settings that could be done previously
# in this file, now are automatically configured by the server and settings
# here are ignored.
#
# If you have edited this file but would like it to be automatically updated
# again, run the following command:
#   sudo dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg

Section “Monitor”
    Identifier    “Configured Monitor”
    HorizSync    20-50
    VertRefresh    40-90
EndSection

Section “Screen”
    Identifier    “Default Screen”
    Monitor        “Configured Monitor”
    Device        “Configured Video Device”
    SubSection “Display”
        Depth    1
        Modes    “1152×864″ “1024×768″ “832×624″ “800×600″ “720×400″ “640×480″ “640×350″
    EndSubSection
EndSection

Section “Device”
    Identifier    “Configured Video Device”
EndSection